IT, Bukan Sekedar Film Horor Biasa

Film IT versi terbaru adaptasi dari novel maestro, Stephen King, memberikan horor yang berbeda karena ada beberapa isu sosial yang diangkat juga.

Jika kalian sudah menonton salah satu film horor poker online yang ditayangkan September ini berjudul IT, kalian pasti masih ingat ada badut yang menjadi otak dari hilang dan matinya anak-anak di kota Derry dalam film ini. nah, dalam film IT itu sosok badut tersebut dipanggil oleh anak-anak yang menyelidiki kasus tersebut dengan sebutan IT. yang menjadi ciri khasnya adalah balon merah yang dibawanya dan aslinya ia bernama Pennywise. Ia menebarkan teror, mulai dari menghadirkan sosok wanita berwajah miring, penderita lepra, dan juga ruangan yang bermandikan darah-darah segar.

Bukan Sekedar Sosok Badut Mengerikan

Dalam film  togel singapore IT ini, Bill yang diperankan oleh Jaeden Lieberher, menganggap IT bukan sosok yang mengerikan saja, tetapi juga sebuah titik terang dari menghilangnya Georgie (Jackson Robert Scott, adiknya, yang menghilang setahun lalu. Bill bersama dengan keenam temannya, yakni Stanley, Eddie, Richie, Ben, Mike dan satu-satunya anak perempuan di sana, Beverly, menyelidiki kasus hilangnya adik Bill tersebut.

Ben yang berotak encer menemukan suatu fakta bahwa kota Derry menyimpan misteri di mana anak-anak hilang setiap 27 tahun sekali. Sejarah kelam ini tentu membuat mereka penasaran siapa dalang di balik kejadian mengerikan tersebut. Film ini bukan hanya film horor biasa, nyatanya ada beberapa hal yang membuat film ini booming dan pantas dinikmati bahkan berkali-kali.

Adaptasi dari Pengarang Hebat, Stephen King

Bagi kalian penggemar genre horor, pastinya sudah tak asing lagi dengan IT. cerita yang menceritakan tentang Pennywise ini memang diadaptasi dari sebuah karya maestro, Stephen King yang judulnya sama dan rilis pada tahun 1896. Film ini juga pernah diangkat dalam sebuah miniseri TV pada tahun 1990. Karena IT ini adalah karya yang sudah sangat populer, maka menjadi suatu beban tersendiri bagi Andy Muschietti, sang sutradara. Salah-salah sedikit, maka ekspektasi dari penonton akan buyar.

Akan tetapi, dengan bantuan dari penulis-penulis handal seperti Cary Fukunaga, Chase Palmer, dan Gary Dauberman, maka IT memiliki kedalaman dan juga nuansa yang beda jika dibandingkan dengan yang lain.

Nilai Plus dari IT

Ada satu nilai plus dari IT ini yaitu bagaimana film ini mengangkat cara pandang anak-anak. Di sini, disajikan bagaimana anak-anak ABG, memandang suatu permasalahan terutama tentang teror dan mereka lah yang menjadi fokus dari cerita. Dan ini lah yang membuat penonton larut dalam film ini. tidak hanya soal teror, namun juga IT diselipi dengan warna-warna gejolak dunia ABG yang menggemaskan dan kocak.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah saat mereka menciptakan persahabatan. Persahabatan dari ketujuh bocah ABG ini sangat lucu dan juga ada cinta monyet segitiga antara Ben, Beverly dan Bill. Ini lah yang menjadi sesuatu yang beda, kisah pemanis di antara kehororan dari film IT ini. Apalagi, jika dilihat dari tengah film, maka ketegangannya tak habis-habis.

Horor dengan Mengangkat Isu Sosial

Tidak hanya soal teoro yang menunjukkan monster-monster yang mana sangat mengerikan, IT di evrsi terbarunya ini menampilkan juga berbagai macam isu sosial yang mana menempatkan anak sebagai korban. Isu sosial tersebut adalah kekerasan seksual dan juga tentang bullying yang kerap dialami oleh anak-anak di sekolah dan di lingkungan mereka. cara masalah ini disajikan terasa sangat nyata juga. Misalnya saja, kekerasan yang dialami Bev, dihadirkan secara halus namun terlihat sangat nyata.

Nah, itu lah beberapa hal yang membuat film horor judi online berbeda dari horor yang lainnya. Sudah kah kalian menontonnya?