Sekuel Eiffel I’m in Love Akan Rilis Februari Tahun Depan Setelah 13 Tahun

Setelah AADC 2 sukses di layar lebar dan membuat penonton bernostalgia, kini film layar lebar romantis Eiffel I’m in Love juga akan menayangkan sekuelnya juga.

Setelah AADC 2 sukses di layar lebar beberapa waktu yang lalu sekaligus membuat para penontonnya kembali baper dan bernostalgia dengan kisah cinta Rangga dan Cinta yang bergantung selama 14 tahun, kini ada lagi film online romantis lawas yang akan dibuat kembali sekuelnya. Kali ini, Eiffel I’m in Love yang dibintangi oleh Shandy Aulia dan juga Samuel Rizal rencananya akan rilis February tahun depan setelah sukses 13 tahun yang lalu.

Eiffel I’m in Love Akan Rilis Sekuel Kedua Setelah 13 Tahun

Selain kisah cinta Rangga dan Cinta di tahun 2002 yang lalu kembali dilanjutkan sekuelnya untuk kemudian mengetahui kisah cinta yang selama 14 tahun ini menggantung, masih ada pula kisah film romantis sukses di awal 2000an silam yang juga disukai remaja pada masa itu yaitu Eiffel I’m in Love dengan aktor dan aktris yang kala itu menjadi idola bagi remaja, Samuel Rizal yang memerankan Adit dan juga Shandy Aulia yang berperan sebagai Tita. Suksesnya AADC ini sepertinya menginspirasi kembali para sineas film yang sukses dahulu untuk kembali mengingatkan kisah romansa jaman dulu namun dibuat dengan versi lanjutannya meskipun sudah belasan tahun tetapi akhirnya digarap juga.

Produser Soraya Intercine Film yaitu Sunil Soraya yang langsung memberikan kepastian mengenai adanya rencana sekuel film ini secara langsung ketika melakukan konferensi pers di perusahaannya pada hari Jumat lalu bahkan film ini sudah sampai pada tahapan editing dan kemudian dilanjutkan dengan adanya promo. Beliau menambahkan jika proses syutingnya ternyata dilakukan satu atau dua tahun lalu dengan produksi yang telah mencapai akhirnya. Namun Sunil juga mengatakan jika ada perbedaan dari segi penggarapannya dimana dia mempercayakan Rizal Mantovani yang mengerjakan film ini tetapi dia mengatakan jalan ceritanya tidak akan putus dari yang sebelumnya.

Eiffel I’m in Love Akan Digarap Oleh Rizal Mantovani

Sunil menjelaskan jika dia memilih Rizal karena merasa seolah sutradara itu memiliki hubungan yang sangat erat dengan film yang pertama meskipun tidak mengerjakannya langsung. Sunil menambahkan jika keduanya sudah tandem bahkan sejak di film yang pertama ini dengan karakter yang sudah masuk termasuk juga musik dikerjakan oleh Rizal. Jadi intinya Rizal tidak asing lagi dengan film ini sebenarnya. Bukan hanya mengumumkan perbedaan sutradara yang akan mengerjakan film ini namun Sunil juga turut membeberkan jadwal kemunculan pertama film ini setelah kurang lebih 13 tahun lamanya yaitu di bulan Februari namun tanggal masih dirahasiakan.

Selain itu, penyanyi yang akan mengisi soundtrack dari film ini masih akan dinyanyikan oleh Diva legenda, Melly Goeslaw seperti film pertama mereka. Nyatanya beban bukan berada dalam pemain maupun pihak produksi melainkan Rizal Mantovani yang diberikan kepercayaan ini karena dirinya merasa memiliki tugas untuk membuat film romansa remaja sukses 13 tahun itu kembali hidup di tahun baru karena para penggemarnya terdahulu pasti masih sangat ingat dengan cerita yang terjadi di film pertama layaknya AADC. Dia menjelaskan bahwa dia merasa terbebani namun mencoba mengubahnya sebagai semangat sehingga film ini dapat diterima kembali oleh para penggemarnya.

Eiffel I’m in Love Kembali Diperankan Oleh Shandy Aulia dan Samuel Rizal

Meskipun dia ditugaskan untuk mengerjakan film judi online yang dikerjakan oleh sutradara lainnya namun dirinya mengatakan tidak menemukan banyak kesulitan karena para pemain melakukan komunikasi dengan baik sekaligus sering membantu dirinya sebagai sutradara dalam proses syuting. Dikarenakan film ini lagi-lagi diperankan oleh orang yang sama yaitu Shandy dan Samuel, maka dia tidak menemukan kendala mengingat keduanya sudah hafal benar dengan karakter masing-masing.

Meski demikian, di dalam film Eiffel I’m in Love 2 ini, meskipun karakternya sama, namun ada perbedaan sifat setelah 13 tahun sehingga membuat film ini nantinya menjadi seru.

IT, Bukan Sekedar Film Horor Biasa

Film IT versi terbaru adaptasi dari novel maestro, Stephen King, memberikan horor yang berbeda karena ada beberapa isu sosial yang diangkat juga.

Jika kalian sudah menonton salah satu film horor poker online yang ditayangkan September ini berjudul IT, kalian pasti masih ingat ada badut yang menjadi otak dari hilang dan matinya anak-anak di kota Derry dalam film ini. nah, dalam film IT itu sosok badut tersebut dipanggil oleh anak-anak yang menyelidiki kasus tersebut dengan sebutan IT. yang menjadi ciri khasnya adalah balon merah yang dibawanya dan aslinya ia bernama Pennywise. Ia menebarkan teror, mulai dari menghadirkan sosok wanita berwajah miring, penderita lepra, dan juga ruangan yang bermandikan darah-darah segar.

Bukan Sekedar Sosok Badut Mengerikan

Dalam film  togel singapore IT ini, Bill yang diperankan oleh Jaeden Lieberher, menganggap IT bukan sosok yang mengerikan saja, tetapi juga sebuah titik terang dari menghilangnya Georgie (Jackson Robert Scott, adiknya, yang menghilang setahun lalu. Bill bersama dengan keenam temannya, yakni Stanley, Eddie, Richie, Ben, Mike dan satu-satunya anak perempuan di sana, Beverly, menyelidiki kasus hilangnya adik Bill tersebut.

Ben yang berotak encer menemukan suatu fakta bahwa kota Derry menyimpan misteri di mana anak-anak hilang setiap 27 tahun sekali. Sejarah kelam ini tentu membuat mereka penasaran siapa dalang di balik kejadian mengerikan tersebut. Film ini bukan hanya film horor biasa, nyatanya ada beberapa hal yang membuat film ini booming dan pantas dinikmati bahkan berkali-kali.

Adaptasi dari Pengarang Hebat, Stephen King

Bagi kalian penggemar genre horor, pastinya sudah tak asing lagi dengan IT. cerita yang menceritakan tentang Pennywise ini memang diadaptasi dari sebuah karya maestro, Stephen King yang judulnya sama dan rilis pada tahun 1896. Film ini juga pernah diangkat dalam sebuah miniseri TV pada tahun 1990. Karena IT ini adalah karya yang sudah sangat populer, maka menjadi suatu beban tersendiri bagi Andy Muschietti, sang sutradara. Salah-salah sedikit, maka ekspektasi dari penonton akan buyar.

Akan tetapi, dengan bantuan dari penulis-penulis handal seperti Cary Fukunaga, Chase Palmer, dan Gary Dauberman, maka IT memiliki kedalaman dan juga nuansa yang beda jika dibandingkan dengan yang lain.

Nilai Plus dari IT

Ada satu nilai plus dari IT ini yaitu bagaimana film ini mengangkat cara pandang anak-anak. Di sini, disajikan bagaimana anak-anak ABG, memandang suatu permasalahan terutama tentang teror dan mereka lah yang menjadi fokus dari cerita. Dan ini lah yang membuat penonton larut dalam film ini. tidak hanya soal teror, namun juga IT diselipi dengan warna-warna gejolak dunia ABG yang menggemaskan dan kocak.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah saat mereka menciptakan persahabatan. Persahabatan dari ketujuh bocah ABG ini sangat lucu dan juga ada cinta monyet segitiga antara Ben, Beverly dan Bill. Ini lah yang menjadi sesuatu yang beda, kisah pemanis di antara kehororan dari film IT ini. Apalagi, jika dilihat dari tengah film, maka ketegangannya tak habis-habis.

Horor dengan Mengangkat Isu Sosial

Tidak hanya soal teoro yang menunjukkan monster-monster yang mana sangat mengerikan, IT di evrsi terbarunya ini menampilkan juga berbagai macam isu sosial yang mana menempatkan anak sebagai korban. Isu sosial tersebut adalah kekerasan seksual dan juga tentang bullying yang kerap dialami oleh anak-anak di sekolah dan di lingkungan mereka. cara masalah ini disajikan terasa sangat nyata juga. Misalnya saja, kekerasan yang dialami Bev, dihadirkan secara halus namun terlihat sangat nyata.

Nah, itu lah beberapa hal yang membuat film horor judi online berbeda dari horor yang lainnya. Sudah kah kalian menontonnya?